Prinsip Pengukuran Kinerja

thumbnail


Ini pertama saya buat blog,disini akan saya jelaskan prinsip pengukuran kinerja, materi ini saya dapat dari buku key performace indicator.



KEY PERFORMACE INDICATOR DAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA
a.       Prinsip Pengukuran Kinerja
“kinerja” (performance) adalah hasil yang dicapai seseorang atau sekolompok orang dalam organisasi dalam suatu periode tertentu, sesuai dengan lingkup wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya mencapai tujuan organisasi adapun sistem manajemen kinerja merupakan sistem yang menerapkan konsep manajemen untuk mengelola seluruh sumber daya, kesisteman, dan karayawan perusahan untuk memastikan tujuan perusahan yang bertuang dalam visi, misi, dan rencana  strategi organisasi tercapai dengan efektif  dan efesien. Sistem kinerja berlangsung dalam sebuah siklus berkesinambungan .
Lagkah-langkah yang dilakukan dalam siklus sistem manajemen kinerja organisasi sebagai berikut.
1)      Tetapkan rencana strategis perusahan, meliputi visi, misi tujuan, dan sasaran strategis perusahan.
2)      rencan strategis jangka panjang kemudian dijabarkan dalam sasaran perusahan dan dituangkan dalam kontrak manajemen.
3)      Pengukuran dan monitoring kinerja organisasi dilakukan dalam peroses eksekusi.
4)      Secara berkala (bulanan, triwulanan, semesteran) dilakukan peninjauan kinerja organisasi, untuk kemudian dilakukan upaya-upaya perbaikan dan peningkatkan kinerja.
5)      Hasil kinerjs organisasi dijadikam referensi pemberian penghargaan dan konseksuensi.

Pengukuran kinerja adalah alat manajemen yang digunkan untuk menilai kemajuan atas pencapaian tujuan dan sasaran organisasi, sekaligus sebagai referensi dalam meningkatkan kualiatas pengambilan kepusan, menganalisis dan melaporkan berbagai informasi yang berhubungan dengan tingkat kinerja perusahaan.

        Dalam sistem pengukuran kinerja terdapat beberapa elemen kunci sebagai berikut.
Ø  Perencanaan dan penetapan tujuan.
Ø  Pengembangan indicator yang relevan dengan tujuan.
Ø  Pelaporan hasil kinerja secara formal.
Ø  Penggunaan informasi.
Jika hasil pengukuran kinerja menunjukkan organisasi masih beradadi bawah sasaran yang diinginkan, perusahaan sebaiknya melakukan tindakan koreksi.

TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA